Rabu, 13 Januari 2016
Pos Pemeriksaan Lintas Batas C.I.Q Jagoi Babang - Kab Bengkayang
Nama Proyek : Sub Pekerjaan Pos Pemeriksaan Lintas Batas C.I.Q
Luas Tanah : - m² (Kawasan Terpadu)
Minggu, 08 November 2015
Renovasi Rumah Ibu Murtinah Jalan Kaliurang
Nama Proyek : Renovasi rumah Ibu Murtinah
Luas Tanah : 300 m²Luas Bangunan : 120 m²
Pemilik : Ibu Murtinah
Status : Terbangun
Tahun : 2014
Alamat : Jl. Kaliurang km 9.5 Sleman
Arsitek : Tim Arsitek Prospera Arsitektur
Rest Area Multifungsi dengan Konsep Local Wisdom di Klaten
Rest area km 23 klaten adalah tempat istirahat multifungsi yang digunakan untuk beristirahat bagi pengemudi yang melewati jalur nasional tersebut. Letaknya yang berada di jalan sebelum masuk ke kota klaten dan sebelum jalur terpisah menjadi beberapa jalur alternatif membuat rest area ini dapat dijangkau semua pengguna baik yang selanjutnya memakai jalur alternative atau jalur utama.
Pembuatan rest area ini dimaksudkan untuk mengangkat potensi-potensi wilayah local seperti kerajinan, hasil bumi, kesenian, budaya dan ekonomi setempat. Klaten adalah kabupaten yang luas wilayahnya relatif besar banyak potensi yang terdapat di wilayah tersebut. Dan selama ini klaten hanyalah sebagai kota yang dilewati saja oleh pengemudi. Jalan yang panjang, rawan keclakaan dan minim tempat istirahat membuat rest area adalah solusi terbaik untuk mengatasi kedua masalah tersebut.
Dengan memakai konsep perancangan Local Wisdom dimaksudkan untuk menampilkan identitas klaten di mata masyarakat luas khususnya pengemudi yang melewati kabupaten klaten. Konsep Local wisdom digunakan untuk menampilkan nilai-nilai budaya setempat, nilai-nilai luhur, keunggulan, dan citra baik di kabupaten klaten. Sehingga kabupaten klaten yang sebelumnya seperti tersembunyi dan kurang terekspos keunggulannya, dapat di rasakan oleh masyarakat luas.
Nama Proyek : Rest Area km 23 Klaten
Luas Tanah : 8.900 m²
Luas Bangunan : 7.530 m²
Pemilik : -
Status : Proposal Desain
Tahun : 2015
Tahun : 2015
Alamat : Jl. Jogja-Klaten km 23
Arsitek : Tim Arsitek Prospera Arsitektur
*Klik Gambar Untuk Memperbesar
*Klik Gambar Untuk Memperbesar



Jumat, 06 November 2015
Redesain Stadion Sepakbola Wombik - Sorong Papua Barat
Stadion ini merupakan kandang dari klub Indonesia Super League (ISL) Persiram Raja Ampat. Pada awal liga musim 2011/2012, stadion ini mengalami renovasi dan Persiram harus menjadikan stadion lain untuk home base mereka. Pada pertandingan sepakbola, stadion ini hanya mampu menampung sekitar 4.000 penonton. (1.500 kursi Tribun 2.500 non tribun /berdiri).
Pada ISL musim 2014/2015 stadion wombik tidak lolos verifikasi PSSI untuk menggelar pertandingan ISL. Namun masih bisa di gunakan untuk pertandingan Divisi Utama, Divisi I, dan Divisi II. Saat ini (2014) Persiram Raja Ampat menggunakan stadion Maguwoharjo Sleman sebagai homebase.
Nama Proyek : Stadion Wombik Sorong
Luas Tanah : 130.000 m²
Luas Bangunan : 78.800 m²
Pemilik : -
Status : Proposal Desain
Alamat : Jl. Klamono km 16 Kota Sorong
Arsitek : Tim Arsitek Prospera Arsitektur










Sekolah Islam Terpadu - Banguntapan Bantul D.I Yogyakarta
Sekolah Islam Terpadu Ini menggunakan konsep Eko-Arsitektur / Arsitektur Ekologi sebagai konsep desain. Arsitektur ekologis merupakan pembangunan berwawasan lingkungan, dimana memanfaatkan potensi alam semaksimal mungkin. Dan ini yang menjadi pembeda antara Sekolah Islam Terpadu dengan sekolah yang lainya. Banyak sekolah-sekolah yang hanya terfokus dengan Matematika, B.Inggris, IPA, IPS dan lain-lain dengan desain bangunan sekolah yang biasa, tapi beberapa sekolah seakan lupa bahwa siswanya juga harus diajarkan mengenai lingkungan sekitar melalui desain arsitektural bangunan sekolah yang berwawasan lingkungan.
Istilah ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Emst Haeckel, ahli dari ilmu hewan pada tahun 1869 sebagai ilmu interaksi dari segala jenis makhluk hidup dan lingkungan. Arti kata ekologi dalam bahasa yunani yaitu “oikos” adalah rumah tangga atau cara bertempat tinggal dan “logos” bersifat ilmu atau ilmiah. Ekologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya (Frick Heinz, Dasar-dasar Ekoarsitektur, 1998).
*klik gambar untuk memperbesar
*klik gambar untuk memperbesar














































